Pages

Daftar Blog Saya

Diberdayakan oleh Blogger.
Selasa, 27 September 2011

Ngariung Ngajalin Duduluran (Event)


ISI ARTIKEL

Salam UKL...
Alhamdulillah program lanjutan DP XXVI yaitu Liwet Party dengan tema "Ngariung Ngajalin Duduluran" akan segera dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2011 di samping kiri gedung V Fakultas Peternakan Unpad atau tepatnya di halaman sekitar papan panjat kita tercinta. Adapun konten acara yang ada dalam kegiatan ini adalah Fun Climbing sebagai event pertama yang dilakukan di papan panjat kita semenjak didirikannya sekitar sebulan yang lalu ini sekaligus memperkenalkan kepada seluruh Civitas Akademik Fapet Unpad pada khususnya dan seluruh Civitas Akademik Unpad sendiri pada umumnya, yang kedua yaitu Lomba Masak ala Outdoor yakni suatu terobosan baru juga di dunia lomba kepecintaalaman yaitu memasak bahan - bahan makanan yang sering kita bawa leleweungan dengan alat seperti kompor parafin, misting, dll. Kreativitas yang akan dinilai dalam perlombaan memasak ini masalah hasil masakan enak atau tidak itu urusan belakangan yang penting kita bisa mengolah menjadi apa dari bahan yang sudah ditentukan panitia. Yang ketiga yaitu Ngaliwet dan Accoustic yang tentunya akan lebih menghangatkan suasana kebersamaan kita semua.
Untuk waktu sendiri dilaksanakan pada :
Hari : Jumat
Tanggal : 20 Mei 2011
Pukul : 14.00 WIB - selesai
Tempat : Sekitar papan panjat UKL Fapet Unpad

Mari kita sukseskan acara ini dengan berpartisipasi hadir dan mengikuti seluruh rangkaian yang ada di dalamnya.
Salam UKL...
(kidtensai report)
Kamis, 17 Februari 2011

Upacara Penutupan Diklatsar XXV UKL


Sebuah perjalanan awal kami dengan menambah sumber daya manusia (SDM) yang tentunya menjadi sebuah kebanggaan bagi kami sebagai Dewan Pengurus XXVI UKL di awal bulan Februari ini. Melihat semangat mereka (baca: Anggota Muda), kami selaku panitia merasa sangat tersentuh dan tidak bisa menahan air mata ini untuk keluar melihat suka cita yang ada di depan mata kita semua. Kesembilan anggota muda yang berkomposisi 6 orang dari angkatan 2009 dan 3 orang dari angkatan 2010 ini tentunya membawa angin baru dalam perputaran roda organisasi kita tercinta Unit Kenal Lingkungan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran(UKL Fapet Unpad) untuk semaki bisa berkreasi dan menciptakan berbagai prestasi dalam bidangnya.

Siang itu sekitar pukul 11.00 WIB para siswa UKL (sebelum dilantik menjadi Anggota Muda) dan panitia tiba di plaza Fapet Unpad, keadaan ini sangat menyita perhatian seluruh civitas kampus yang ada pada saat itu. Saya pun yang sedang mendampingi pembina upacara untuk bersiap - siap melakukan upacara di pelataran Gedung V merasa sangat tersentuh dan tidak kuasa menahan air mata ini untuk keluar dan langsung berlari menuju para panitia dan segera merangkulnya dan melakukan sujud syukur atas keberhasilan teman - teman panitia dalam menyelesaikan perjalanan Diklatsar XXV UKL. Suasana seperti inilah yang membuat kebersamaan, kekeluargaan, dan tentunya keharmonisan organisasi kita tercinta ini muncul. Mungkin harapan semua elemen yang berkecimpung di dalamnya sangat mengharapkan suasanan tersebut tidak hanya bertahan sampai setelah upacara pelantikan Anggota Muda XXV UKL ini berakhir, tetapi sampai seterusnya,amin..

Akhirnya basecamp UKL pun sekarang harus berbenah lagi dan rasanya sangat sempit untuk menampung anggota aktif yang bertambah setelah kesembilan wajah baru ini merapat ke dalam tubuh organisasi kita. Tempat sebenarnya tidak masalah yang penting bagaimana kita bisa menjaga tali kekeluargaan terhadap sesama anggota UKL, senior kepada juniornya, maupun ke sesama junior (Anggota Muda). Banyak kegiatan yang menunggu di depan sana, jadi tetap bersiagalah dalam situasi apapun. tetap tunjukkan loyalitas, aktif, dan prestasi dari diri masing - masing kalian saudara mudaku. Jasa - jasa dari diri kalianlah yang nantinya bisa memutar roda organisasi ini. Bravo UKL..uk,uk,uk...UKL!!!!!!!!

Arief Ridwan Firdaus
(Asisten Personil DP XXVI - UKL-XXIII-RC-264)
Rabu, 30 Juni 2010

I Miss Tebing Batu Lembang



Ketika itu di basecamp UKL sebelum berangkat untuk latihan basah di tebing batu lembang, dari kanan : Harun Al - Rasyid, Willy Prayitho, Arief Ridwan Firdaus (saya)
Gak kerasa udah setahun lebih dari waktu itu, rasa rindu akan kebersamaan dan kekompakan tim yang bertujuan untuk melakukan pemanjatan dalam rangka pengambilan nomor RC (Rock Climbing), pemanjatan dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 saat udara Lembang sangat segar dengan ditemani sunrise yang sangat indah, memang jalur yang digunakan tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 10 meter tapi track pemanjatan memang tergolong sulit dengan minimnya cacat batuan yang ada yang mengharuskan kita memakai teknik dan power yang lebih pada pemanjatan itu, saya rasa pemanjatan di hari itu sangat menyenangkan dan membuat saya rindu akan tempat itu, tempat "bermain" para UKL'ers.......

Bidang Tata Tertib dan Olahraga PMB BEKISAR 2010

Alhamdulillah saya di amanahkan mengemban jabatan sebagai Koordinator Bidang Tatib dan OR, di satu sisi ini merupakan tugas yang cukup berat juga tapi mudah - mudahan dengan niat yang baik dan semangat untuk mengabdi kepada Almamater Civitas Fakultas Peternakan Unpad saya bisa mengemban amanah ini dengan maksimal,amin....

Di bawah ini adalah daftar calon tatib PMB BEKISAR 2010
Putra:
1. Andre Yulerwin
2. Riksa Mardiana
3. Hari Ian Putra
4. Muhammad Fauzie
5. Umaris Santoso
6. Eysen Situmorang
7. Bintang Pramana Putra
8. Reza Hakim
9. M. Fadhli
10. Daniel Bona
11. Yahya Hudy Royan
12. Ade Kurniawan
13. Andro Putra
14. Harun Al - Rasyid
15. Dian Mansur Muadin
16. Hari Budiman
17. Adrianus Mangoloi
18. Rega Halma Ruzty
19. Yudi Prasetya
20. Puja Sangrama
21. Wahyu Romadhoni
22. Acep Rudi Afandi
23. M. Luthfan Anwal Fadhillah

Putri :
1. Fitri Hayati
2. Nurul Shavira
3. Delima Nurrasyidah
4. Shabdy Aditya
5. Wulandari Fujiawati
6. Syarifa Rizki Annisa
7. Madihah Insaniyah
8. Yusti Dwi Rahayu
9. Risca Nuranisa Yasmine
10. Inge Cahyani
11. Shena Nadya Nirmala
12. Anna Anggraeni
13. Risyana Puja Endah
14. Dita Triwidiar Rahmadiana
15. Annisa Fauziah
16. Rossy Rubiyandini
17. Lusiana Syawalina Hidayat
Rabu, 06 Januari 2010

Sedikit Tentang Sepak Bola

Tujuan Permainan
Dua tim yang masing-masing terdiri dari 11 orang bertarung untuk memasukkan sebuah bola bundar ke gawang lawan ("mencetak gol"). Tim yang mencetak lebih banyak gol adalah sang pemenang (biasanya dalam jangka waktu 90 menit, tetapi ada cara lainnya untuk menentukan pemenang jika hasilnya seri). akan diadakan pertambahan waktu 2x 15 menit dan apabila dalam pertambahan waktu hasilnya masih seri akan diadakan adu penalty yang setiap timnya akan diberikan lima kali kesempatan untuk menendang bola ke arah gawang dari titik penalty yang berada di dalam daerah kiper hingga hasilnya bisa ditentukan. Peraturan terpenting dalam mencapai tujuan ini adalah para pemain (kecuali penjaga gawang) tidak boleh menyentuh bola dengan tangan mereka selama masih dalam permainan.

Taktik Permainan
Taktik yang biasa dipakai oleh klub-klub sepak bola adalah sebagai berikut:

1. 4-4-2 (klasik: empat skipper)
2. 4-4-2 (dengan dua sayap)
3. 4-4-1-1
4. 4-2-4
5. 4-3-2-1
6. 4-3-1-2
7. 4-5-1
8. 4-3-3
9. 4-2-3-1
10. 4-3-3
11. 4-1-4-1
12. 3-4-3
13. 3-5-2 dengan libero
14. 3-5-2 tanpa libero
15. 3-6-1
16. 5-4-1

Taktik yang dipakai oleh sebuah tim selalu berubah tergantung dari kondisi yang terjadi selama permainan berlangsung. Pada intinya ada tiga taktik yang digunakan yaitu; Bertahan, Menyerang, dan Normal.

Ofisial
Sebuah pertandingan diperintah oleh seorang wasit yang mempunyai "wewenang penuh untuk menjalankan pertandingan sesuai Peraturan Permainan dalam suatu pertandingan yang telah diutuskan kepadanya" (Peraturan 5), dan keputusan-keputusan pertandingan yang dikeluarkannya dianggap sudah final. Sang wasit dibantu oleh dua orang asisten wasit (dulu dipanggil hakim/penjaga garis). Dalam banyak pertandingan wasit juga dibantu seorang ofisial keempat yang dapat menggantikan seorang ofisial lainnya jika diperlukan.selain itu juga mereka membutuhkan alat-alat untuk membantu jalannya petandingan seperti:

1. papan pengganti pemain
2. meja dan kursi

Tim
1. Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 11, salah satunya penjaga gawang
2. Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2
3. Jumlah pemain cadangan maksimal: 13
4. Jumlah wasit: 1
5. Jumlah hakim garis: 2
6. Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
7. Metode pergantian: "pergantian melayang" (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)

Perlengkapan Permainan
1. Kaos bernomor
2. Celana pendek
3. Kaos kaki
4. Pelindung lutut
5. Alas kaki bersolkan karet

Lapangan
* Lapangan permainan

1. Ukuran: panjang 100-110 m x lebar 64-75 m
2. Garis batas: garis selebar ... cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; ... m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
3. Daerah penalti: busur berukuran ... m dari setiap pos
4. Garis penalti: ... m dari titik tengah garis gawang
5. Garis penalti kedua: ... m dari titik tengah garis gawang
6. Zona pergantian: daerah ... m (... m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
7. Gawang: tinggi 7 m x lebar 2,5 m
8. Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif

* Bola

1. Ukuran: ... cm
2. Keliling: ... cm
3. Berat: ... gram
4. Lambungan: ... cm pada pantulan pertama
5. Bahan: ...

Lama Permainan
1. Lama normal: 2x45 menit
2. Lama istiharat: 15 menit
3. Lama perpanjangan waktu: 2x15 menit
4. Ada adu penalti jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai
5. Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
6. Waktu pergantian babak: maksimal 15 menit

Perpanjangan Waktu dan Adu Penalti
Kebanyakan pertandingan biasanya berakhir setelah kedua babak tersebut, dengan sebuah tim memenangkan pertandingan atau berakhir seri. Meskipun begitu, beberapa pertandingan, terutamanya yang memerlukan pemenang mengadakan babak tambahan yang disebut perpanjangan waktu kala pertandingan berakhir imbang: dua babak yang masing-masing sepanjang 15 menit dimainkan. Hingga belum lama ini, IFAB telah mencoba menggunakan beberapa bentuk dari sistem 'sudden death', namun mereka kini telah tidak digunakan.

Jika hasilnya masih imbang setelah perpanjangan waktu, beberapa kejuaraan mempergunakan adu penalti untuk menentukan sang pemenang. Ada juga kejuaraan lainnya yang mengharuskan pertandingan tersebut untuk diulangi.

Perlu diperhatikan bahwa gol yang dicetak sewaktu babak perpanjangan waktu ikut dihitung ke dalam hasil akhir, berbeda dari gol yang dihasilkan dari titik penalti yang hanya digunakan untuk menentukan pemenang pertandingan.

Wasit
Wasit yang memimpin pertandingan sejumlah 1 orang dan dibantu 2 orang sebagai hakim garis. Kemudian dibantu wasit cadangan yang membantu apabila terjadi pergantian pemain dan mengumumkan tambahan waktu. Pada Piala Dunia 2006, digunakan ofisial ke-lima.

Percobaan Gol Emas dan Perak
Pada akhir 1990-an, IFAB mencoba membuat pertandingan lebih mungkin berakhir tanpa memerlukan adu penalti, yang sering dianggap sebagai cara yang kurang tepat untuk mengakhiri pertandingan.

Contohnya adalah sistem gol perak yang mengakhiri pertandingan jika sebuah gol dicetak pada perpanjangan waktu pertama, dan gol emas yang mengakhiri pertandingan jika sebuah gol dicetak pada perpanjangan waktu kedua.

Kedua sistem ini telah dihentikan oleh IFAB.

Kejuaraan Internasional Besar
Kejuaraan internasional terbesar di sepak bola ialah Piala Dunia yang diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Football Association. Piala Dunia diadakan setiap empat tahun sekali. Lebih dari 190 timnas bertanding di turnamen kualifikasi regional untuk sebuah tempat di babak final. Turnamen babak final yang berlangsung selama empat minggu kini melibatkan 32 timnas (naik dari 24 pada tahun 1998).

Kejuaraan internasional yang besar di setiap benua adalah:

* Eropa: Piala Eropa atau dikenal dengan nama Euro
* Amerika Selatan: Copa América
* Afrika: Piala Afrika
* Asia: Piala Asia
* Amerika Utara: Piala Emas CONCACAF
* Oseania: Piala Oseania

Ajang tingkat klub terbesar di Eropa adalah Liga Champions, sementara di Amerika Selatan adalah Copa Libertadores. Di Asia, Liga Champions Asia adalah turnamen tingkat klub terbesar.

Sepak bola sudah dimainkan di Olimpiade sejak tahun 1900. (kecuali pada Olimpiade tahun 1932 di Los Angeles). Awalnya ini hanya untuk pemain-pemain amatir saja, namun sejak Olimpiade Los Angeles 1984 pemain profesional juga mulai ikut bermain, disertai peraturan yang mencegah negara-negara daripada memainkan tim terkuat mereka. Pada saat ini, turnamen Olimpiade untuk pria merupakan turnamen U-23 yang boleh ditamnbahi beberapa pemain di atas umur. Akibatnya, turnamen ini tidak mempunyai kepentingan internasional dan prestise yang sama dengan Piala Dunia, atau bahkan dengan Euro, Copa America atau Piala Afrika.

Sebaliknya, turnamen Olimpiade untuk wanita membawa prestise yang hampir sama seperti Piala Dunia Wanita FIFA; turnamen tersebut dimainkan oleh tim-tim internasional yang lengkap tanpa batasan umur.

Dikutip dari www.id.wikipedia.org
Rabu, 09 Desember 2009

Komuniksi Pembangunan

Pengaruh Tokoh Masyarakat dalam Pembangunan

Suatu masyarakat dalam memajukan wilayahnya khususnya dalam bidang pendidikan, terdiri dari berbagai lapisan sosial yang beragam baik aspek kemampuan ekonomi, pendidikan dan kedudukan dalam masyarakat tersebut. Konsekuensi dari keberagaman tersebut akan memunculkan beragam tingkat kemampuan dalam menjalankan pembangunan pendidikan. Salah satunya adalah terdapat anggota masyarakat yang memiliki peran penting di lingkungan masyarakat yang sudah maju maupun pada masyarakat yang masih sederhana. Peran penting tersebut dapat diperoleh karena dimilikinya keistimewaan dalam diri mereka yang dihargai di masyarakatnya.
Tantangan di masa yang akan datang menuntut seorang pemimpin untuk dapat mendorong masyarakat menuju persaingan pasar global, dan menyesuaikan pengembangan masyarakat dengan perubahan di dunia global. Disamping itu total quality leadership juga diperlukan untuk untuk mengembangkan masyarakat yang responsif, kreatif dan juga inovatif. Tuntutan yang tidak kalah pentingnya adalah menciptakan learning organization dan mampu berfikir strategis.
Demikian halnya dengan kepemimpinan di masyarakat, pemimpin lokal harus mampu mendorong masyarakat untuk mampu menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi di dalam maupun di luar lingkungannya. Di era globalisasi seperti sekarang ini, salah satu sarana penunjang perubahan adalah melalui pendidikan, baik secara formal, non formal maupun informal. Lembaga pendidikan formal dapat ditemui melalui sekolah formal, pendidikan informal dapat ditemui pada lingkungan masyarakat dan keluarga sedangkan pendidikan non formal diperoleh melalui pusat kegiatan belajar masyarakat, lembaga kursus, majelis taklim, dan lain sebagainya.


Komunikasi Inovasi

Tujuan komunikasi adalah tercapainya suatu pemahaman bersama (mutual understanding) antara dua atau lebih partisipan komunikasi terhadap suatu pesan (dalam hal ini adalah ide baru) melalui saluran komunikasi tertentu. Dalam komunikasi inovasi, proses komunikasi antara (misalnya penyuluh dan petani) tidak hanya berhenti jika penyuluh telah menyampaikan inovasi atau jika sasaran telah menerima pesan tentang inovasi yang disampaikan penyuluh. Namun seringkali (seharusnya) komunikasi baru berhenti jika sasaran (petani) telah memberikan tanggapan seperti yang dikehendaki penyuluh yaitu berupa menerima atau menolak inovasi tersebut.
Dalam proses difusi inovasi, komunikasi memiliki peranan penting menuju perubahan sosial sesuai dengan yang dikehendaki. Rogers dan Floyed Shoemaker (1987) menegaskan bahwa “difusi merupakan tipe komunikasi khusus, yaitu mengkomunikasikan inovasi. Ini berarti kajian difusi merupakan bagian kajian komunikasi yang berkaitan dengan gagasan-gagasan baru, sedangkan pengkajian komunikasi meliputi semua bentuk pesan”. Jadi jika yang dikomunikasikan bukan produk inovasi, maka kurang lazim disebut sebagai difusi.
Teori difusi inovasi sangat penting dihubungkan dengan penelitian efek komunikasi. Dalam hal ini penekannya adalah efek komunikasi yaitu kemampuan pesan media dan opinion leader untuk menciptakan pengetahuan, ide dan penemuan baru dan membujuk sasaran untuk mengadopsi inovasi tersebut.
1. Teori Efek Komunikasi Massa
a. Model Lasswell
Salah satu teoritikus komunikasi massa yang pertama dan paling terkenal adalah Harold Lasswell, dalam artikel klasiknya tahun 1948 mengemukakan model komunikasi yang sederhana dan sering dikutif banyak orang yakni: Siapa (Who), berbicara apa (Says what), dalam saluran yang mana (in which channel), kepada siapa (to whom) dan pengaruh seperti apa (what that effect) (Littlejhon, 1996).
b. Komunikasi dua tahap dan pengaruh antar pribadi
Teori ini berawal dari hasil penelitian Paul Lazarsfeld dkk mengenai efek media massa dalam kampanye pemilihan umum tahun 1940. Studi ini dilakukan dengan asumsi bahwa proses stimulus bekerja dalam menghasilkan efek media massa. Namun hasil penelitian menunjukan sebaliknya. Efek media massa ternyata rendah dan asumsi stimulus respon tidak cukup menggambarkan realitas audience media massa dalam penyebaran arus informasi dan menentukan pendapat umum.
Teori dan penelitian-penelitian komunikasi dua tahap memiliki asumsi-asumsi sebagai berikut:
1) Individu tidak terisolasi dari kehidupan sosial, tetapi merupakan anggota dari kelompok-kelompok sosial dalam berinteraksi dengan orang lain.
2) Respon dan rekasi terhadap pesan dari media tidak akan terjadi secara langsung dan segera, tetapi melalui perantaraan dan dipengaruhi oleh hubungan-hubungan sosial tersebut.
3) Ada dua proses yang langsung, yang pertama mengenai penerima dan perhatian, yang kedua berkaitan dengan espon dalam bentuk persetujuan atau penolakan terhadap upaya mempengaruhi atau menyampaikan informasi.
4) Individu tidak bersikap sama terhadap pesan/kampanye media, melainkan memiliki berbagai peran yang berbeda dalam proses komunikasi, dan khususnya dapat dibagi atas mereka yang secara aktif menerima dan meneruskan/enyebaran gagasan dari media, dan mereka yang sematamata hanya mengandalkan hubungan personil dengan orang lain sebagai penentunya.
5) individu-individu yang berperan lebih aktif (pemuka pendapat) ditandai oleh penggunaan media massa yang lebih besar, tingkat pergaulan yang lebih tinggi, anggapan bahwa didinya berpengaruh terhadap orang lain, dan memiliki peran sebagai sumber informasi dan panutan.
c. Uses and Gratifications (Kegunaan dan Kepuasan)
Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Herbert Blumer dan Elihu Katz (1974). Teori ini mengatakan bahwa pengguna media memainkan peran aktif untuk memilih dan menggunakan media tersebut. Dengan kata lain, pengguna media adalah pihak yang aktif dalam proses komunikasi. Pengguna media berusaha mencari sumber media yang paling baik di dalam usaha memenhi kebutuhannya. Artinya pengguna media mempunyai pilihan alternatif untuk memuaskan kebutuhannya.
Elemen dasar yang mendasari pendekatan teori ini (Karl dalam Bungin, 2007): (1) Kebutuhan dasar tertentu, dalam interaksinya dengan (2) berbagai kombinasi antara intra dan ekstra individu, dan juga dengan (3) struktur masyarakat, termasuk struktur media, menghasilkan (4) berbagai percampuran personal individu, dan (5) persepsi mengenai solusi bagi persoalan tersebut, yang menghasilkan (6) berbagai motif untuk mencari pemenuhan atau penyelesaian persoalan, yang menghasikan (7) perbedaan pola konsumsi media dan (8) perbedaan pola perilaku lainnya, yang menyebabkan (9) perbedaan pola konsumsi, yang dapat memengaruhi (10) kombinasi karakteristik intra dan ekstra individu, sekaligus akan memengaruhi pula (11) struktur media dan berbagai struktur politik, kultural, dan ekonomi dalam masyarakat.
d. Uses and Effects
Pertama kali dikemukakan Sven Windahl (1979), merupakan sintesis antara pendekatan uses and gratifications dan teori tradisional mengenai efek. Konsep use (penggunaan) merupakan bagian yang sangat penting atau pokok dari pemikiran ini. Karena pengetahuan mengenai penggunaan media akan memberikan jalan bagi pemahaman dan perkiraan tentang hasil dari suatu proses komunikasi massa. Penggunaan media dapat memiliki banyak arti. Ini dapat berarti exposure yang semata-mata menunjuk pada tindakan mempersepsi. Dalam konteks lain, pengertian tersebut dapat menjadi suatu proses yang lebih kompleks, dimana isi terkait harapan-harapan tertentu untuk dapat dipenuhi, fokus dari teori ini lebih kepada pengertian yang kedua.
e. Teori Agenda Setting
Agenda-setting diperkenalkan oleh McCombs dan DL Shaw (1972). Asumsi teori ini adalah bahwa jika media memberi tekanan pada suatu peristiwa, maka media itu akan mempengaruhi khalayak untuk menganggapnya penting. Jadi apa yang dianggap penting media, maka penting juga bagi masyarakat. Dalam hal ini media diasumsikan memiliki efek yang sangat kuat, terutama karena asumsi ini berkaitan dengan proses belajar bukan dengan perubahan sikap dan pendapat.
Model Konseptual Agenda Setting: Lihat McQuail & Windahl (1993)
f. Teori Dependensi Efek Komunikasi Massa
Teori ini dikembangkan oleh Sandra Ball-Rokeachdan Melvin L. DeFluer (1976), yang memfokuskan pada kondisi struktural suatu masyarakat yang mengatur kecenderungan terjadinya suatu efek media massa. Teori ini berangkat dari sifat masyarakat modern, diamana media massa diangap sebagai sistem informasi yang memiliki peran penting dalam proses memelihara, perubahan, dan konflik pada tataran masyarakat,kelompok, dan individu dalam aktivitas sosial.
Secara ringkas kajian terhadap efek tersebut dapat dirumuskan dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Kognitif, menciptakan atau menghilangkan ambiguitas, pembentukan sikap, agenda-setting, perluasan sistem keyakinan masyarakat, penegasan/ penjelasan nilai-nilai.
2. Afektif, menciptakan ketakutan atau kecemasan, dan meningkatkan atau menurunkan dukungan moral.
3. Behavioral, mengaktifkan atau menggerakkan atau meredakan, pembentukan isu tertentu atau penyelesaiannya, menjangkau atau menyediakan strategi untuk suatu aktivitas serta menyebabkan perilaku dermawan.
g. The Spiral of Silence
Teori the spiral of silence (spiral keheningan) dikemukakan oleh Elizabeth Noelle-Neuman (1976), berkaitan dengan pertanyaan bagaimana terbentuknya pendapat umum. Teori ini menjelaskan bahwa terbentuknya pendapat umum ditentukan oleh suatu proses saling mempengaruhi antara komunikasi massa, komunikasi antar pribadi, dan persepsi individu tentang pendapatnya dalam hubungannya dengan pendapat orang-orang lain dalam masyarakat.
h. Stimulus – Respons
Pada dasarnya merupakan prinsip belajar yang sederhana, dimana efek merupakan reaksi terhadap stimulus tertentu. Dengan demikian, seseorang dapat menjelaskan suatu kaitan erat antara pesan-pesan media dan reaksi audience. Elemen-elemen utama teori ini menurut McQuail (1996):
a. Pesan (stimulus)
b. Seorang penerima atau receiver
c. Efek (respons)
Dalam masyarakat massa, prinsip S- R mengansumsikan bahwa pesan informasi dipersiapkan oleh media dan didistribusikan secara sistematis dalam sekala yang luas. Sehingga secara serempak pesan tersebut dapat diterima oleh sejulah besar individu, bukan ditujukan kepada orang per orang. Kemudian sejumlah besar individu itu akan merespons informasi itu.
i. Information Seeking
Donohew dan Tipton (1973), menjelaskan tentang pencarian, penginderaan, dan pemrosesan informasi, disebut memiliki akar dari pemikiran psikologi sosial tentang sikap. Salah satu asumsi utamanya adalah bahwa orang cenderung untuk menghindari informasi yang tidak sesuai dengan image of reality-nya karena informasi itu bisa saja membahayakan.
j. Information Gaps
Dalam membahas efek jangka panjang komunikasi massa, penting dikemukkan pokok bahasan mengenai celah pengetahuan (information gaps). Latar belakang pemikiran ini terbentuk oleh arus informasi yang terus meningkat, yang sebagian besar dilakukan oleh media massa. Secara teoritis peningkatan ini akan menguntungkan setiap orang dalam masyrakat karena setiap individu memiliki kemungkinan untuk mengetahui apa yang terjadi di dunia untuk memperluas wawasan.
k. Konstruksi sosial media massa
Gagasan awal dari teori ini adalah untuk mengoreki teori konstruksi sosial atas realitas yang dibangun oleh Peter L Berrger dan Thomas Luckmann (1966, The social construction of reality. A Treatise in the sociology of knowledge. Tafsir sosial atas kenyataan: sebuah risalah tentang sosisologi pengetahuan). Mereka menulis tentang konstruksi sosial atas realitas sosial dibangun secara simultan melalui tiga proses, yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Proses simultan ini terjadi antara individu satu dengan lainnya di dalam masyrakat. Bangunan realitas yang tercipta karena proses sosial tersebut adalah objektif, subjektif, dan simbolis atau intersubjektif.
2. Saluran Komunikasi
Saluran komunikasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu
a. Saluran interpersonal dan media massa, dan
b. Saluran lokalit dan saluran kosmopolit.
1. Saluran interpesonal adalah saluran yang melibatkan tatap muka antara sumber dan penerima, antar dua orang aau lebih.
2. Saluran media massa adalah penyampaian pesan yang memungkinkan sumber mencapai suatu audiens dalam jumlah besar, dapat menembus waktu dan ruang.
3. Saluran interpersonal dapat berifat kosmopolit, yakni jika menghubungkan dengan sumber di atau dari luar sistem .
4. Sebaliknya bersifat lokalit jika hanya terbatas pada daerah atau sistem sosial itu saja. Sedangkan saluran melalui media massa sudah pasti bersifat kosmopolit.
Tabel Perbedaan Saluran Komunikasi
Saluran
No Sifat-sifat Interpersonal Media massa
1. Arus pesan Cenderung dua arah Cenderung searah
2. Kemungkinan umpan balik tinggi rendah
3. Konteks komunikasi Tatap muka perantara
4. Mengatasi seleksi Tinggi, lambat Rendah, cepat
5. Akibat Perubahan sikap Peruahan pengetahuan
Dalam difusi inovasi saluran komunikasi memiliki karakter kelebihan dan kelemahan masing-masing. Oleh karena itu dalam menggunakan saluran komunikasi ini perlu mempertimbangkan berbagai hal. Hasil penelitian Rogers dan Beal (1960) berkaitan dengan saluran komunikasi menunjukan beberapa prinsip sebagai berikut:
1) saluran komunikasi massa relatif lebih penting pada tahap pengetahuan dan saluran antar pribadi (interpersonal) relatif lebih penting pada tahap persuasi;
2) saluran kosmopolit lebih penting pada tahap pengetahuan dan saluran lokal relatif lebih penting pada tahap persuasi.
3) saluran media masa relatif lebih penting dibandingkan dengan saluran antar pribadi bagi adopter awal (early adopter) dibandingkan dengan adopter akhir (late adopter); dan
4) saluran kosmopolit relatif lebih penting dibandingkan dengan saluran lokal bagi bagi adopter awal (early adopter) dibandingkan dengan adopter akhir (late adopter).

Sumber:
iisprasetyo.imadiklus.com
ruangdosen.wordpress.com
Sabtu, 21 November 2009

Kamus Terjemahan Inggris-Indonesia Indonesia-Inggris

Silahkan bagi yang ingin menggunakan software ini bisa d download click here to download indoprater.
Semoga dapat membantu pekerjaan anda...

Sahabat

Sahabat

Dia menyayangimu tapi bukan kekasihmu
Dia perhatian kepadamu tapi bukan dari keluargamu
Dia sanggup merasakan sakit ketika kamu sakit, padahal dia tak tak berhubungan darah denganmu
Dia adalah sahabat
Sahabat sejati
Marah seperti ayah
Peduli seperti ibu
Menggangu seperti kakak
Mengesalkan seperti adik
Dan menyayangimu lebih dari kekasihmu
Senin, 05 Oktober 2009

Bagaimana Seorang Muslim Berfikir

Penulis : Ustadz Abu Hamzah Yusuf

“(Yaitu) orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia – sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran, 3:191).
Pernahkah Anda memikirkan bahwa Anda tidak ada sebelum dilahirkan ke dunia ini; dan Anda telah diciptakan dari sebuah ketiadaan? Pernahkah Anda berpikir bagaimana bunga yang setiap hari Anda lihat di ruang tamu, yang tumbuh dari tanah hitam, ternyata memiliki bau yang harum serta berwarna – warni? Pernahkah Anda memikirkan seekor nyamuk, yang sangat mengganggu ketika terbang mengitari Anda, mengepakkan sayapnya dengan kecepatan yang sedemikian tinggi sehingga kita tidak mampu melihatnya? Pernahkah Anda berpikir bahwa lapisan luar dari buah – buahan seperti pisang, semangka, melon dan jeruk berfungsi sebagai pembungkus yang sangat berkualitas, yang membungkus daging buahnya sedemikian rupa sehingga rasa dan keharumannya tetap terjaga?
Pernahkah Anda berpikir bahwa gempa bumi mungkin saja datang secara tiba – tiba ketika Anda sedang tidur, yang menghancur luluhkan rumah, kantor dan kota Anda hingga rata dengan tanah sehingga dalam temp beberapa detik saja Anda pun kehilangan segala sesuatu yang Anda miliki di dunia ini? Pernahkah Anda berpikir bahwa Anda berlalu dengan sangat cepat, Anda pun menjadi semakin tua dan lemah, dan lambat laun kehilangan ketampanan atau kecantikan, kesehatan dan kekuatan Anda? Pernahkah Anda memikirkan bahwa suatu hari nanti, malaikat maut yang diutus oleh Allah akan datang menjemput untuk membawa Anda meninggalkan dunia ini?
Jika demikian, pernahkah Anda berpikir mengapa manusia demikian terbelenggu oleh kehidupan dunia yang sebentar lagi akan mereka tinggalkan dan yang seharusnya mereka jadikan sebagai tempat untuk bekerja keras dalam meraih kebahagiaan hidup di akhirat? Manusia adalah makhluk yang dilengkapi Allh sarana berpikir. Namun saying, kebanyakan mereka tidak menggunakan sarana yang teramat peting ini sebagaimana mestinya. Bahkan pada kenyataannya sebagian manusia hamper tidak pernah berpikir.
Sebenarnya, setiap orang memiliki tingkat kemampuan berpikir yang seringkali ia sendiri tidak menyadarinya. Ketika mulai menggunakan kemampuan berpikir tersebut, fakta – fakta yang sampai sekarang tidak mampu diketahuinya, lambat laun mulai terbuka di hadapannya. Semakin dalam ia berpikir, semakin bertambahlah kemampuan berpikirnya dan hal ini mungkin sekali berlaku bagi setiap orang. Harus disadari bahwa tiap orang mempunyai kebutuhan untuk berpikir serta menggunakan akalnya semaksimal mungkin.
Tulisan ini disampaikan dengan tujuan mengajak manusia “berpikir sebagaimana mestinya” dan mengarahkan mereka untuk “berpikir sebagaimana mestinya”. Seseorang yang tidak berpikir berada sangat jauh dari kebenaran dan menjalani sebuah kehidupan yang penu kepalsuan dan kesesatan. Akibatnya ia tidak akan mengetahui tujuan penciptaan alam, dan arti keberadaan dirinya di dunia. Padahal, Allah telah menciptakan segala sesuatu untuk sebuah tujuan sebagaimana dinyatakan dalam Al – Quran : “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain – main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Ad – Dukhaan, 44 : 38 – 39). “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main – main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (QS. Al – Mu’minuun,23 : 115).
Oleh karena itu, yang paling pertama kali wajib untuk dipikirkan secara mendalam oleh setiap orang ialah tujuan dari penciptaan dirinya, baru kemudian segala sesuatu yang ia lihat di alam sekitar serta segala kejadian atau peristiwa yang ia jumpai selama hidupnya. Manusia yang tidak memikirkan hal ini, hanya akan mengetahui kenyataan – kenyataan tersebut setelah ia mati. Yakni ketika ia mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya di hadapan Allah; namun saying sudah terlambat. Allah berfirman dalam Al – Quran bahwa pada hari penghisaba, tiap manusia akan berpikir dan menyaksikan kebenaran atau kenyataan tersebut.
Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan,”Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (QS. Al – Fajr, 89:23 – 24).
Padahal Allah telah memberikan kita kesempatan hidup di dunia. Berpikir atau merenung untuk kemudian mengambil kesimpulan atau pelajaran – pelajaran dari apa yang kita renungkan untuk memahami kebenaran, akan menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi kehidupan di akhirat kelak. Dengan alasan inilah, Allah mewajibkan seluruh manusia, melalui para Nabi dan Kitab – kitab-Nya, untuk memikirkan dan merenungkan penciptaan diri mereka sendiri dan jagad raya.
Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar dan waktu yang ditentukan. ”Dan sesungguhnya kebanyakan diantara manusia benar – benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.” (QS. Ar – Ruum, 30:8).
Rabu, 30 September 2009

Bahan Genetika (Mitosis & Meiosis)

I. Mitosis Meiosis

Mitosis adalah proses pembagian genom yang telah digandakan oleh sel ke dua sel identik yang dihasilkan oleh pembelahan sel. Mitosis umumnya diikuti sitokinesis yang membagi sitoplasma dan membran sel. Proses ini menghasilkan dua sel anakan yang identik, yang memiliki distribusi organel dan komponen sel yang nyaris sama. Mitosis dan sitokenesis merupakan fase mitosis (fase M) pada siklus sel, di mana sel awal terbagi menjadi dua sel anakan yang memiliki genetik yang sama dengan sel awal.

Mitosis terjadi hanya pada sel eukariot. Pada organisme multisel, sel somatik mengalami mitosis, sedangkan sel kelamin (yang akan menjadi sperma pada jantan atau sel telur pada betina) membelah diri melalui proses yang berbeda yang disebut meiosis. Sel prokariot yang tidak memiliki nukleus menjalani pembelahan yang disebut pembelahan biner.

Karena sitokinesis umumnya terjadi setelah mitosis, istilah "mitosis" sering digunakan untuk menyatakan "fase mitosis". Perlu diketahui bahwa banyak sel yang melakukan mitosis dan sitokinesis secara terpisah, membentuk sel tunggal dengan beberapa inti. Hal ini dilakukan misalnya oleh fungi dan slime moulds. Pada hewan, sitokinesis dan mitosis juga dapat terjadi terpisah, misalnya pada tahap tertentu pada perkembangan embrio lalat buah.


Garis besar
Hasil utama dari mitosis adalah pembagian genom sel awal kepada dua sel anakan. Genom terdiri dari sejumlah kromosom, yaitu kompleks DNA yang berpilin rapat yang mengandung informasi genetik vital untuk menjalankan fungsi sel secara benar. Karena tiap sel anakan harus identik secara genetik dengan sel awal, sel awal harus menggandakan tiap kromosom sebelum melakukan mitosis. Proses penggandaan terjadi pada pertengaha intefase, yaitu fase sebelum fase mitosis pada siklus sel.

Setelah penggandaan, tiap kromosom memiliki kopi identik yang disebut sister chromatid, yang berlekatan pada daerah kromosom yang disebut sentromer. Sister chromatid itu sendiri tidak dianggap sebagai kromosom.

sedangkan Meiosis adalah salah satu cara sel untuk mengalami pembelahan. Ciri pembelahan secara meiosis adalah:

Terjadi di sel kelamin
Jumlah sel anaknya 4
Jumlah kromosen 1/2 induknya
Pembelahan terjadi 2 kali
Meiosis hanya terjadi pada fase reproduksi seksual atau pada jaringan nuftah. Pada meiosis, terjadi perpasangan dari kromosom homolog serta terjadi pengurangan jumlah kromosom induk terhadap sel anak. Disamping itu, pada meiosis terjadi dua kali periode pembelahan sel, yaitu pembelahan I (meiosis I) dan pembelahan II (meiosis II)


II. Mitosis Meiosis

Mitosis dan meiosis merupakan bagian dari siklus sel dan hanya mencakup 5-10% dari siklus sel. Persentase waktu yang besar dalam siklus sel terjadi pada interfase. Interfase terdiri dari periode G1, S, dan G2. Pada periode G1 selain terjadi pembentukan senyawasenyawa untuk replikasi DNA, juga terjadi replikasi organel sitoplasma sehingga sel tumbuh membesar, dan kemudian sel memasuki periode S yaitu fase terjadinya proses replikasi DNA. Setelah DNA bereplikasi, sel tumbuh (G2) mempersiapkan segala keperluan untuk pemisahan kromosom, dan selanjutnya diikuti oleh proses pembelahan inti (M) serta pembelahan sitoplasma (C). Selanjutnya sel hasil pembelahan memasuki pertumbuhan sel baru (G1).

Mitosis

Mitosis merupakan periode pembelahan sel yang berlangsung pada jaringan titik tumbuh (meristem), seperti pada ujung akar atau pucuk tanaman. Proses mitosis terjadi dalam empat fase, yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. Fase mitosis tersebut terjadi pada sel tumbuhan maupun hewan. Terdapat perbedaan mendasar antara mitosis pada hewan dan tumbuhan. Pada hewan terbentuk aster dan terbentuknya alur di ekuator pada membran sel pada saat telofase sehingga kedua sel anak menjadi terpisah.

Profase. Pada awal profase, sentrosom dengan sentriolnya mengalami replikasi dan dihasilkan dua sentrosom. Masing-masing sentrosom hasil pembelahan bermigrasi ke sisi berlawanan dari inti. Pada saat bersamaan, mikrotubul muncul diantara dua sentrosom dan membentuk benang-benang spindle, yang membentuk seperti bola sepak. Pada sel hewan, mikrotubul lainnya menyebar yang kemudian membentuk aster. Pada saat



bersamaan, kromosom teramati dengan jelas, yaitu terdiri dua kromatid identik yang terbentuk pada interfase. Dua kromatid identek tersebut bergabung pada sentromernya. Benang-benang spindel terlihat memanjang dari sentromer (Campbell et al. 1999).

Metafase. Masing-masing sentromer mempunyai dua kinetokor dan masing-masing kinetokor dihubungkan ke satu sentrosom oleh serabut kinetokor. Sementara itu, kromatid bersaudara begerak ke bagian tengah inti membentuk keping metafase (metaphasic plate) (Campbell et al. 1999).

Anafase. Masing-masing kromatid memisahkan diri dari sentromer dan masing-masing kromosom membentuk sentromer. Masing-masing kromosom ditarik oleh benang kinetokor ke kutubnya masing-masing (Campbell et al. 1999).

Telofase. Ketika kromosom saudara sampai ke kutubnya masing-masing, mulainya telofase. Kromosom saudara tampak tidak beraturan dan jika diwarnai, terpulas kuat dengan pewarna histologi (Campbell et al. 1999).

Tahap berikutnya terlihat benang-benang spindle hilang dan kromosom tidak terlihat (membentuk kromatin; difuse). Keadaan seperti ini merupakan karakteristik dari interfase. Pada akhirnya membran inti tidak terlihat diantara dua anak inti (Campbell et al. 1999).

Sitokinesis. Selama fase akhir pembelahan mitosis, muncul lekukan membran sel dan lekukan makin dalam yang akhirnya membagi sel tetua menjadi dua sel anak. Sitokinesis terjadi karena dibantu oleh protein aktin dan myosin (Campbell et al. 1999).

Meiosis

Meiosis hanya terjadi pada fase reproduksi seksual atau pada jaringan nuftah. Pada meiosis, terjadi perpasangan dari kromosom homolog serta terjadi pengurangan jumlah kromosom induk terhadap sel anak. Disamping itu, pada meiosis terjadi dua kali periode pembelahan sel, yaitu pembelahan I (meiosis I) dan pembelahan II (meiosis II). Meiosis I dan meiosis II terjadi pada sel tumbuhan. Demikian juga pada sel hewan terjadi meiosis I dan meiosis II. Baik pada pembelahan meiosis I dan II, terjadi fase-fase pembelahan seperti pada mitosis. Oleh karena itu dikenal adanya profase I, metafase I, anafase I ,



telofase I, profase II, metafase II, anafase II, dan telofase II. Akibat adanya dua kali proses pembelahan sel, maka pada meiosis, satu sel induk akan menghasilkan empat sel baru, dengan masing-masing sel mengandung jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom sel induk.


Selasa, 01 September 2009
Selamat datang di blog saya . . . !!!!!

About Me

Foto Saya
Arief Ridwan Firdaus
Cimahi, Jawa Barat, Indonesia
saya seorang mahasiswa fakultas peternakan unpad yang berkegiatan di organisasi kepecintaalaman dan olahraga alam bebas yang bernama unit kenal lingkungan....
Lihat profil lengkapku

Followers

My Social Application

http://www.facebook.com/a.ridwan.firdaus?ref=profile
http://twitter.com/arief_kid
http://www.plurk.com/arief_kid